Sekjen Kemendagri Ajak Manfaatkan HUT Bandar Lampung untuk Dorong UMKM: Ekonomi Daerah Butuh Aksi Nyata!
Edukator keuangan milenial dengan pendekatan yang mudah dipahami.

Ringkasan Singkat
- Sekretaris Jenderal Kemendagri Tomsi Tohir meminta pemangku kepentingan memanfaatkan HUT ke-344 Kota Bandar Lampung untuk memperkuat ekonomi daerah, terutama UMKM.
- Ia menyebut pertumbuhan ekonomi Bandar Lampung mencapai 5,72%, di atas rata-rata nasional, sekaligus menyoroti penurunan pengangguran dan kenaikan kepemilikan kendaraan.
- Bandar Lampung Expo 2026 diharapkan menjadi platform untuk memperlihatkan kemajuan UMKM dan meningkatkan daya saing produk lokal.
Bandar Lampung kembali menjadi sorotan dalam peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-344-nya. Sekretaris Jenderal Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Tomsi Tohir, menyampaikan ajakan penting bagi seluruh pemangku kepentingan untuk memanfaatkan momen ini sebagai aksi nyata memperkuat ekonomi daerah. Ajakan itu disampaikan dalam pembukaan Bandar Lampung Expo 2026 di Gedung Graha Mandala Alam, Jumat (17/7).
Menurut Tomsi, Bandar Lampung menunjukkan tren pembangunan yang positif dalam beberapa tahun terakhir. Ia menekankan bahwa laju pertumbuhan ekonomi kota tersebut telah mencapai 5,72 persen, jauh lebih tinggi dibandingkan rata-rata nasional. Selain itu, kota ini juga meraih berbagai penghargaan, termasuk dalam bidang pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Namun, ia menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan tidak hanya diukur dari capaian statistik, tetapi juga harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Penyelenggaraan Bandar Lampung Expo 2026 dinilai sebagai wadah strategis untuk menampilkan hasil pembinaan terhadap pelaku UMKM serta meningkatkan daya saing produk lokal. Tomsi menyatakan, "Kalau dari angka-angka mungkin itu hanya sekadar angka-angka, tapi dari hasilnya bisa kita lihat bersama dalam beberapa hari kita lihat bagaimana kemajuan-kemajuan UMKM kita." Ia juga menyebutkan indikator positif lainnya, seperti meningkatnya kepemilikan kendaraan bermotor dan penurunan tingkat pengangguran, yang mencerminkan kenaikan kesejahteraan masyarakat.
Dalam kesempatan tersebut, Tomsi menyampaikan harapannya agar Kota Bandar Lampung terus berkembang menjadi kota yang maju, mandiri, inovatif, tangguh, berbudaya, dan sejahtera. Ia menekankan pentingnya kekompakan dan kerja sama seluruh elemen untuk memastikan kemajuan ini dapat dirasakan secara merata. Turut hadir dalam acara tersebut Wali Kota Eva Dwiana, Wakil Wali Kota Deddy Amarullah, serta jajaran Forkopimda Provinsi Lampung dan Kota Bandar Lampung.
Analisis Pakar
Pertanyaan: Apakah pertumbuhan ekonomi 5,72% di Bandar Lampung benar-benar mencerminkan kemakmuran masyarakat?
Data statistik tentu menggoda, tetapi kita harus waspada terhadap narasi yang hanya mengandalkan angka. Pertumbuhan ekonomi yang tinggi belum tentu merata atau inklusif. Jika UMKM yang menjadi fokus pembangunan hanya dijadikan aksi politik semata, tanpa struktur kebijakan jangka panjang, maka kemajuan ini berisiko hanya bersifat sementara. Kita perlu menanyakan: Bagaimana skala dan kualitas keterlibatan UMKM dalam ekonomi kota ini? Apakah ada program pelatihan, akses pendanaan, atau infrastruktur yang mendukung mereka secara konsisten?
Pertanyaan: Apa yang membuat Bandar Lampung Expo 2026 berbeda dari pameran sejenis sebelumnya?
Eksposisi semacam ini sering dijadikan sebagai aksi simbolis tanpa dampak nyata. Jika tidak ada mekanisme transparansi atau evaluasi pasca-kegiatan, maka acara ini hanya akan menjadi hiburan politik. Kita perlu menantang: Apakah ada komitmen konkret untuk menghubungkan UMKM dengan pasar yang lebih luas setelah expo? Apakah ada data atau studi kasus yang menunjukkan keberhasilan program serupa di kota lain?
Pertanyaan: Bagaimana kesiapan pemerintah daerah dalam menjawab tantangan struktural ekonomi?
Tomsi menyebutkan penurunan pengangguran dan kenaikan kepemilikan kendaraan, tetapi ini bisa jadi indikator kemiskinan yang terstruktur. Jika pemerintah hanya fokus pada tampilan simbolis, maka kota ini berisiko kehilangan momentum untuk memperbaiki sistem dasar seperti pendidikan, kesehatan, dan lapangan kerja yang berkelanjutan. Apakah ada kebijakan yang mendukung inovasi UMKM secara berkelanjutan, bukan hanya selama acara?
Pertanyaan: Apa peran pemerintah pusat dalam memperkuat ekonomi daerah?
Tomsi sebagai Sekjen Kemendagri tentu memiliki andil besar dalam koordinasi kebijakan. Namun, kita perlu menelisik apakah ada alokasi anggaran khusus untuk UMKM di Bandar Lampung, atau hanya sekadar dukungan simbolis. Tanpa dukungan finansial nyata, ekspektasi terhadap kemajuan ekonomi akan hanya jadi angin semalam.
Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)
- Q: Apa makna HUT ke-344 Bandar Lampung?
A: HUT ke-344 adalah peringatan hari kelahiran Kota Bandar Lampung, yang ditetapkan pada tanggal 17 Juli. Acara ini menjadi momentum untuk merayakan pembangunan dan memperkuat komitmen pembangunan ekonomi daerah. - Q: Bagaimana Bandar Lampung Expo 2026 mendukung UMKM?
A: Expo ini menjadi platform untuk menampilkan produk UMKM lokal, memperkuat jaringan usaha, dan meningkatkan daya saing produk melalui pelatihan serta akses pasar yang lebih luas. - Q: Apa indikator pertumbuhan ekonomi Bandar Lampung?
A: Indikator utama adalah pertumbuhan ekonomi 5,72%, penurunan pengangguran, dan kenaikan kepemilikan kendaraan bermotor, yang mencerminkan kenaikan kesejahteraan masyarakat.
BERITA TERKAIT

Geger Argentine: 35 Kasus Serangan Jantung Saat Piala Dunia 2026, Apakah Stres dari Nonton Bola?

EA Sports Prediksi Spanyol Juara Piala Dunia 2026: Apakah Ini Merekayasa Dunia?
