Messi Melewati Mbappe! 6 Rekor Gila yang Dibuktikan di Semifinal vs Inggris

Olahraga
Maya SariMaya Sari
Maya Sari
Maya Sari
Wartawan Olahraga

Ahli dalam liputan bulu tangkis dan berbagai event olahraga internasional.

Messi Melewati Mbappe! 6 Rekor Gila yang Dibuktikan di Semifinal vs Inggris
BAGIKAN:

ATLANTA, AMERIKA SERIKAT – Dalam sebuah pertandingan yang akan dikenang sepanjang sejarah, Lionel Messi kembali membuktikan mengapa ia disebut La Pulga. Di tengah gempuran The Three Lions yang tak gentar, sang maestro Argentina mencatatkan dua assist memukau untuk mengantarkan La Albiceleste melaju ke final Piala Dunia 2026 dengan kemenangan 2-1 di Stadion Atlanta. Tapi bukan cuma kemenangan yang bikin terpukau—statistik dan rekor-reakor yang ia raih malah menggema hingga ke ujung dunia!

1. Rekor Kontribusi Terbanyak Sepanjang Sejarah Piala Dunia
Dengan dua assist krusial, Messi kini telah berkontribusi dalam 33 gol (21 gol, 12 assist) sepanjang Piala Dunia. Ia resmi mengalahkan Mbappe (25 keterlibatan) sebagai pemain paling produktif dalam sejarah turnamen. Ini bukan cuma angka—ini adalah warisan tak terpecahkan!

2. 11 Laga Berturut-turut dengan Kontribusi Gol
Messi menjadi satu-satunya pemain yang selalu mencatat gol atau assist di setiap laga Piala Dunia 2026. Rekor 11 laga berturut-turut ini menunjukkan konsistensi yang luar biasa, terutama di usia 39 tahun yang menginjak.

3. 16 Penghargaan Player of the Match (POTM)
Dengan penghargaan kelimanya di Piala Dunia 2026, Messi menyamai rekor 5 POTM di edisi 2022. Total 16 gelar ini menegaskan statusnya sebagai pemain paling berpengaruh dalam sejarah ajang ini.

4. 12 Assist di Piala Dunia, 10 di Fase Gugur
Sepanjang sejarah (data sejak 1966), tidak ada pemain yang mampu mencatat lebih dari 8 assist di fase final. Messi melampaui batas itu dengan 10 assist di fase gugur, membuktikan kemampuan membaca permainan yang tak tertandingi.

5. 9 Dribel Sukses + 2 Assist dalam Satu Laga
Statistik gila: Messi menjadi pemain pertama sejak 1966 yang mampu mencatat 9 dribel sukses dan 2 assist dalam satu pertandingan fase gugur. Ini adalah masterpiece taktis yang menggabungkan kreativitas dan efisiensi.

6. Rentetan 13 Laga dengan Kontribusi Gol
Messi kini memiliki rentetan 13 laga berturut-turut dengan gol atau assist (klub + nasional). Rekor ini hanya kalah dari 14 laga pada 2011, menunjukkan bahwa meski tak muda, ia tak pernah lelah untuk menghibur dunia.

Jika Mbappe gagal menambah kontribusi di laga perebutan tempat ketiga, Messi akan merebut Golden Boot Piala Dunia 2026—penghargaan yang selama ini elusif bagi sang penyerang.

Analisis Mendalam: Messi Tak Pernah Meleh

Messi bukan cuma pemain, ia adalah fenomena yang melampaui waktu. Di usia 39 tahun, ketika sebagian besar pemain sudah memilih untuk pensiun, ia justru menorehkan rekor-rekor yang menggema. Ini adalah bukti bahwa keajaiban memang nyata—bukan sekadar kemampuan fisik, tapi pemahaman taktis mendalam, visi permainan yang tajam, dan keberanian untuk terus menantang batas. Di semifinal melawan Inggris, ia tidak hanya menjadi playmaker, tapi juga pemimpin yang tak tergantikan.

Argentina di final, Spanyol menunggu. Duel ini akan menjadi pertarungan filosofi: tiki-taka Spanyol vs intensitas Argentina. Messi, sebagai number 10, pasti akan menjadi kunci utama. Tapi pertanyaannya: bisakah ia menahan kecepatan dan stamina pemain muda Spanyol? Atau justru akan muncul reakor baru di final? Satu hal yang pasti—sepak bola dunia akan menyaksikan sebuah legenda yang tak ingin lewat.

Rekor-rekor ini bukan cuma milik Messi, tapi juga milik Argentina. Dari 1986 hingga 2026, La Albiceleste selalu punya tokoh ikonik di setiap era. Messi adalah pembaruan tak tergantikan dari tradisi itu. Tapi di balik semua pujian, ada tantangan besar: bagaimana mempertahankan performa ini di final? Dan jika Argentina menang, apakah Messi akan menggenggam Piala Dunia sebagai penutup karier? Pertanyaan-pertanyaan ini akan terjawab di Atlanta, tapi satu hal yang pasti—kita telah menyaksikan sesuatu yang luar biasa.