Lebanon dan Kazakhstan Menjaga Rekor Tak Terkalahkan di Piala Asia U‑18: Apa Makna Kemenangan Ini bagi Basket Putri Asia?

Berita Nasional
Rina WijayaRina Wijaya
Rina Wijaya
Rina Wijaya
Jurnalis Investigasi

Fokus pada liputan mendalam dan isu-isu sosial yang berdampak pada masyarakat luas.

Lebanon dan Kazakhstan Menjaga Rekor Tak Terkalahkan di Piala Asia U‑18: Apa Makna Kemenangan Ini bagi Basket Putri Asia?
BAGIKAN:

Bangkok, 16 Juli 2026 – Pada Selasa (15/7), dua tim yang belum pernah merasakan kekalahan di fase grup Piala Asia Bola Basket U‑18 Putri Divisi B 2026 kembali menegaskan dominasi mereka. Lebanon dan Kazakhstan masing‑masing menambah kemenangan kedua, memastikan catatan tak terkalahkan mereka tetap utuh di Grup B yang digelar di Stadion Nimibutr.

Menurut data resmi FIBA, kedua tim kini berada di puncak klasemen grup dengan peluang besar melaju langsung ke semifinal pada 18 Juli, sesuai regulasi turnamen yang memberi hak istimewa kepada juara grup. Pertandingan penentu puncak klasemen antara Lebanon dan Kazakhstan dijadwalkan pada Rabu (15/7), sementara posisi runner‑up dan ketiga masih harus berjuang di perempat final.

Penampilan Lebanon: Motorisasi Dari Guard Lara Al Nakib

Guard Lara Al Nakib kembali menjadi ujung tombak serangan Lebanon dengan kontribusi 14 poin, enam rebound, dan enam steal. Joudy El Harake menambah nilai dengan double‑double (13 poin, 13 rebound) serta lima steal, sedangkan Elissa Abou Jaoude menambah 12 poin lewat empat tembakan tiga angka yang akurat.

Setelah sempat terdesak oleh Samoa pada kuarter ketiga (42‑41), Lebanon berhasil memulihkan momentum berkat serangan beruntun delapan poin yang dipimpin oleh Nour Hoteit. Laga berakhir dengan skor meyakinkan 84‑52, menegaskan keunggulan teknis dan fisik tim Lebanon.

Kazakhstan: Dominasi Dari Lini Depan

Di sisi lain, Kazakhstan menutup pertandingan melawan Cook Islands dengan skor 73‑48. Amina Sharipova menjadi pencetak poin terbanyak dengan 17 angka, termasuk lima tembakan tiga angka. Rekan setimnya, Yerlan Shakhida, menambah 16 poin, sementara Milana Krutevich menyumbang 12 poin.

Kemenangan ini menegaskan kedalaman skuad Kazakhstan, yang tidak hanya mengandalkan satu bintang melainkan distribusi poin yang merata di antara pemain inti.

Persaingan di Bawah Puncak Grup B

Samoa dan Cook Islands, masing‑masing belum meraih kemenangan, akan bertemu untuk memperebutkan peringkat ketiga. Pertarungan ini sekaligus menjadi gerbang kualifikasi ke perempat final, yang pada gilirannya membuka peluang melaju ke semifinal.

Indonesia: Dominasi di Grup A

Sementara itu, timnas Indonesia menutup fase grup dengan kemenangan telak 93‑42 atas Thailand. Kemenangan ini menempatkan Indonesia di jalur langsung melawan India untuk memperebutkan juara grup dan tiket semifinal otomatis.

Analisis Pakar

Keberhasilan Lebanon dan Kazakhstan dalam mempertahankan rekor tak terkalahkan bukan sekadar kebetulan. Kedua federasi telah berinvestasi secara signifikan dalam program pengembangan pemain muda, meliputi pelatihan teknis, kebugaran, serta eksposur internasional. Namun, di balik statistik mengesankan ini, terdapat pertanyaan mendasar tentang keseimbangan kompetisi di Divisi B. Dominasi dua tim ini menimbulkan risiko stagnasi bagi negara‑negara lain yang masih berada dalam fase pembangunan.

FIBA harus meninjau kembali format turnamen agar tidak menciptakan “zona aman” bagi tim-tim kuat. Salah satu solusi yang dapat dipertimbangkan adalah memperkenalkan sistem “play‑in” bagi tim‑tim yang berada di peringkat kedua dan ketiga, sehingga mereka dipaksa berhadapan lebih awal dengan tim-tim papan atas. Ini tidak hanya meningkatkan kompetisi, tetapi juga mempercepat proses pembelajaran bagi tim‑tim yang masih berkembang.

Selain itu, keberhasilan Lebanon dan Kazakhstan menyoroti pentingnya dukungan pemerintah dan sponsor swasta dalam menggerakkan basket putri. Kedua negara telah berhasil mengamankan sponsor yang menyediakan fasilitas latihan berstandar internasional, serta mengirimkan pelatih asing berpengalaman. Indonesia, yang kini berada di jalur semifinal, harus meniru model ini dengan memperkuat kolaborasi lintas sektoral, termasuk menggalang dana dari sektor swasta untuk program beasiswa atlet muda.

Melihat ke depan, prediksi saya adalah bahwa Lebanon akan melaju ke final dan berpotensi mengamankan gelar juara, sementara Kazakhstan akan menjadi kandidat kuat untuk mengukir kejutan di semifinal. Namun, jika Indonesia mampu menaklukkan India dan melanjutkan momentum melawan tim‑tim Asia Barat, mereka dapat menantang dominasi tradisional dan membuka era baru bagi basket putri Indonesia di panggung Asia.