John Herdman: Mencari 23 Pemain Pendobrak untuk Timnas Indonesia di AFF 2026! Karakter & Mentalitas Jadi Kunci Utama
Ahli dalam liputan bulu tangkis dan berbagai event olahraga internasional.

John Herdman, pelatih timnas Indonesia, tidak ragu menegaskan bahwa ia sedang mencari 23 pemain dengan karakter pendobrak untuk menaklukkan Piala AFF 2026. Dalam wawancara terbaru, ia menekankan bahwa kualitas teknis bukanlah satu-satunya faktor penentu, tetapi mentalitas dan ketahanan emosional menjadi krus yang tak boleh dilewatkan. "Apakah mereka mampu mendobrak ketika lelah secara mental dan emosional? Itu pertanyaan utama," ujar Herdman dengan tegas.
Saat ini, skuad timnas Indonesia berada di Pemusatan Latihan (TC) di Bali dengan 50 pemain yang siap bersaing. Namun, jumlah tersebut akan dikurangi menjadi 23 orang untuk melawan Vietnam, Kamboja, Timor Leste, dan Singapura di Grup A. Herdman mengaku kesulitan dalam memilih pemain karena semua pemain memiliki kualitas yang tinggi. "Saya ingin mengambil semua pemain, tetapi saya harus fokus pada karakter mereka," tambahnya.
Target juara di Piala AFF 2026 bukanlah hal yang baru bagi Indonesia. Namun, sejak debut pada 1996, harapan ini belum pernah terwujud. Herdman menyadari bahwa tekanan besar menanti, terutama ketika tim harus memulai aksi dengan melawan Kamboja pada 27 Juli dan Timor Leste pada 31 Juli. "Kami butuh pemain yang siap mengubah game dalam menit-menit terakhir. Itulah yang akan saya cari di TC ini," jelasnya.
Dengan pengalaman sebagai mantan juru taktik timnas Kanada, Herdman diharapkan mampu menyulap timnas Indonesia menjadi kekuatan yang tidak bisa diremehkan. Tapi, pertanyaannya: apakah 23 pemain yang dipilih nanti mampu menjawab tantangan tersebut? Kita akan lihat sendiri dalam beberapa minggu ke depan.
Analisis Pakar: Dari Karakter ke Kemenangan, Apakah Herdman Bisa Menaklukkan Misteri AFF?
John Herdman datang dengan misi mulia: membangun timnas Indonesia yang tidak hanya kuat secara taktis, tetapi juga memiliki jiwa juara. Dalam dunia sepak bola, karakter pemain seringkali menjadi faktor yang memisahkan antara tim yang biasa dan tim yang mampu menaklukkan kompetisi. Namun, di Indonesia, karakter ini bukanlah konsep baru. Sejak lama, kita tahu bahwa timnas kita sering kali menguasasi secara teknis, tetapi melemah ketika menghadapi tekanan tinggi. Herdman ingin mengubah paradigma ini dengan mencari pemain yang mampu bertahan dalam situasi sulit, seperti saat bermain dengan skor ketinggalan atau menghadapi lawan yang lebih kuat secara fisik.
Namun, tantangan besar menanti Herdman. Di antara 50 pemain yang ada di TC Bali, banyak yang telah menorehkan namanya di level senior. Tapi, apakah mereka semua memiliki mentalitas yang tepat untuk menjadi pendobrak? Sejarah AFF Cup menunjukkan bahwa tim yang mampu menang adalah yang punya pemain kunci yang mampu mengubah arah pertandingan. Contohnya, Thailand di masa keemasan mereka punya Theeradon Pana dan Chanathip Songkrasin, pemain yang mampu menjadi penentu dalam momen-momen krusial. Indonesia butuh pemain seperti itu, bukan sekadar koleksi bintang individu.
Saya lihat, Herdman memiliki filosofi taktis yang cukup modern. Ia menekankan pada kecepatan, presisi, dan ketahanan mental. Tapi, di AFF Cup, hal-hal seperti keakuratan tendangan, kemampuan bertahan di bawah tekanan, dan keberanian untuk menyerang menjadi kunci. Jika ia bisa menemukan 23 pemain yang mampu mewujudkan prinsip ini, Indonesia punya peluang besar. Namun, jika ia terlalu fokus pada karakter tanpa memperhitungkan aspek teknis, risiko gagal di babak awal akan mengancam.
Target juara di AFF 2026 bukanlah mimpi yang mustahil, tetapi butuh konsistensi dan keberanian untuk mengambil keputusan sulit. Herdman harus siap menolak pemain yang dianggap kurang, meski mereka adalah idola publik. Sejauh ini, ia terlihat bersikap konsisten dengan pendekatan ini. Tapi, sampai kapan? Kita akan lihat sendiri ketika nama-nama final resmi diumumkan. Satu hal yang pasti: AFF 2026 akan menjadi ujian terberat bagi Herdman dan timnas Indonesia. Apakah mereka siap menaklukkan misteri yang sudah 26 tahun menggoda?
BERITA TERKAIT

17 Juta Bibit Kopi Ditanam di Aceh, Target Ekspor Rp200 Triliun: Imbas Besar bagi Petani & Investor

Kejagung Bentuk Tim Khusus 9 Jaksa, Mayoritas Alumni KPK, untuk Selidiki Kasus Febrie Adriansyah
