De Paul Ungkap Strategi Mental Menghadapi Inggris: Kunci Argentina di Semifinal Piala Dunia 2026?
Ahli dalam liputan bulu tangkis dan berbagai event olahraga internasional.

ATLANTA, Georgia (ANTARA) – Menjelang laga semifinal Piala Dunia 2026 melawan Inggris, gelandang senior Tim Nasional Argentina, Rodrigo De Paul, menegaskan bahwa persiapan mental menjadi faktor penentu yang tak boleh diabaikan. Dalam sesi latihan di Atlanta United Training Ground, De Paul mengungkap rutinitasnya yang melibatkan psikolog tim, interaksi intens dengan orang terdekat, serta visualisasi skenario terburuk yang dapat terjadi di lapangan.
“Mental sangat penting dan saya terus memperkuatnya,” ujar De Paul, 32 tahun, pada Selasa kemarin. Ia menambahkan bahwa ia “banyak berkomunikasi dengan psikolog timnas Argentina” untuk menajamkan fokus dan menahan tekanan. Selain itu, pemain Inter Miami ini menghabiskan waktu bersama keluarga dan sahabat yang “tahu apa yang harus disampaikan kepada saya”, sebuah upaya untuk menstabilkan emosi menjelang pertandingan krusial.
De Paul tidak menutup diri dari kenyataan pahit: “Saya juga harus dapat mengendalikan emosi meski kadang itu tidak selalu bisa dilakukan.” Ia mengaku secara rutin membayangkan skenario terburuk, sebuah teknik yang menurutnya membantu menyiapkan diri secara psikologis. “Semua energi saya fokuskan untuk pertandingan besok,” tegasnya, menegaskan tekad untuk menyalurkan ketegangan menjadi energi positif.
Menurut De Paul, rekan-rekannya di skuad juga menjalani proses serupa. “Kami selalu tenang dan berkepala dingin jika mau memenangkan pertandingan,” katanya, menyoroti pentingnya konsistensi mental dalam tim yang telah meraih tiga gelar Piala Dunia (1978, 1986, 2022).
Sejarah pertemuan Argentina‑Inggris mencatat 14 laga, dengan Inggris menang enam kali, Argentina tiga kali, dan sisanya imbang. Kemenangan Argentina terakhir atas Inggris di Piala Dunia terjadi pada 1998 (babak 16 besar) lewat adu penalti 4‑3 setelah berakhir 2‑2. Namun, momen paling legendaris tetap pertemuan 1986, ketika Diego Maradona mencetak dua gol ikonik – “Gol Tangan Tuhan” dan “Gol Terbaik Abad Ini” – yang mengantarkan timnya melaju ke final.
Analisis Pakar
Sebagai pengamat sepak bola yang telah menelusuri dinamika timnas Argentina selama lebih dari satu dekade, saya melihat pendekatan mental De Paul bukan sekadar tren psikologi olahraga modern, melainkan respons terhadap tekanan yang semakin kompleks di era globalisasi sepak bola. Pada turnamen sebelumnya, Argentina kerap terjebak dalam “krisis mental” ketika menghadapi lawan dengan warisan historis kuat, seperti Brasil 2014 atau Prancis 2022. Kegagalan mengelola ekspektasi publik dan media dapat memicu penurunan performa, sebagaimana terlihat pada fase grup 2018.
Namun, ada risiko berlebih pada “over‑coaching” mental. Terlalu banyak sesi dengan psikolog atau ritual visualisasi dapat menimbulkan beban tambahan, terutama bagi pemain yang secara alami lebih impulsif. De Paul, yang dikenal dengan gaya permainan agresif dan energi tinggi, harus menyeimbangkan antara kontrol emosi dan kebebasan kreatif di lapangan. Jika terlalu mengekang, ia berpotensi kehilangan spontanitas yang menjadi senjata utama Argentina dalam menyerang.
Selain itu, fokus pada mental tidak boleh mengalihkan perhatian dari aspek taktis. Inggris, yang kini dipimpin oleh manajer berpengalaman, menyiapkan formasi fleksibel dengan tekanan tinggi di lini tengah. Argentina harus memastikan bahwa persiapan mental tidak menjadi “pelindung” bagi kelemahan taktik, melainkan pelengkap yang memperkuat eksekusi strategi yang telah dirancang oleh Lionel Scaloni.
Prediksi saya, jika Argentina berhasil mengintegrasikan ketenangan mental dengan kecepatan transisi yang menjadi ciri khas De Paul, mereka memiliki peluang besar untuk menahan serangan Inggris dan memanfaatkan momen-momen krusial di babak akhir. Namun, kegagalan mengendalikan emosi pada menit-menit akhir – misalnya, ketika tekanan menumpuk di zona pertahanan – dapat berujung pada gol balasan yang tak terduga. Dengan sejarah panjang persaingan dan beban harapan nasional, semifinal ini bukan sekadar pertandingan, melainkan ujian sejati bagi mentalitas tim yang ingin menambah lembaran sejarah baru.
BERITA TERKAIT

Akhir Kejayaan Les Bleus: Spanyol, Mesin 4 Tahun De la Fuente, Menghancurkan Dominasi Prancis di Semifinal

BEI Perkenalkan Kriteria ‘Price Impact Ratio’ – 37 Saham Baru Masuk Daftar Konsentrasi Tinggi!
