Striker Montenegro Balsa Sekulic Katakan Cuaca Bandung Tak Jadi Penghalang, Persib Siapkan Serangan Baru
Selalu terdepan dalam menyajikan berita balap motor dan olahraga bola basket.

Jakarta – Pendatang baru Persib Bandung, penyerang asal Montenegro Balsa Sekulic, menegaskan bahwa iklim Bandung tidak mengganggu performanya. Dalam sesi latihan bersama tim, ia menyatakan bahwa suhu di tanah kelahirannya bahkan lebih panas daripada di kota kembang ini.
"Di Montenegro, cuaca lebih ekstrim. Di sini saya justru merasa termotivasi oleh prestasi Persib musim lalu. Ini klub besar, dan saya siap memberi kontribusi," ujar Sekulic, dikutip dari pernyataan resmi klub pada Selasa lalu.
Persib menandatangani kontrak dua tahun dengan pemain berusia 28 tahun itu, berharap ia dapat menambah daya serang tim. Sebelumnya, Sekulic mencetak 24 gol dalam 55 penampilan bersama FK Mornar Bar, klub yang berhasil mengangkat trofi Piala Montenegro pada musim 2025 setelah mengalahkan Decic di final.
Pengalaman internasionalnya tidak hanya terbatas pada level klub. Sekulic telah menembus lima panggilan ke tim nasional Montenegro, mencetak satu gol penting dalam kemenangan 1‑0 melawan Bulgaria pada laga persahabatan 1 Juni lalu.
Namun, adaptasi di luar lapangan tampaknya tidak semulus statistiknya. "Saya ingin memakai nomor 9, tapi rekan baru kami, Luka Menalo, sudah mengklaimnya. Untuk sementara saya pakai 99 dan akan berdiskusi dengan Luka," kata Sekulic sambil tersenyum. Konflik nomor punggung ini mencerminkan dinamika internal skuad yang baru saja menambah dua penyerang asing sekaligus.
Menurut sumber dekat klub, manajemen Persib menargetkan peningkatan produktivitas serangan dengan menambahkan pemain berpengalaman dari Eropa Timur. Namun, pertanyaan kritis muncul: apakah investasi dua pemain asing ini akan memberikan ROI (Return on Investment) yang sepadan dengan beban gaji dan kuota pemain asing yang terbatas?
Analisis Pakar
Sebagai pengamat sepak bola yang telah menelusuri dinamika transfer di Liga 1 selama lebih dari satu dekade, saya melihat dua hal utama yang perlu diwaspadai. Pertama, rekam jejak Sekulic di kompetisi domestik Montenegro tidak serta-merta dapat diterjemahkan ke level Indonesia. Liga Montenegro menampilkan taktik defensif yang lebih terstruktur, sementara Liga 1 cenderung lebih terbuka dan fisik. Adaptasi taktik dan kecepatan permainan menjadi tantangan nyata bagi striker yang terbiasa mengeksekusi peluang dalam ruang yang lebih sempit.
Kedua, kebijakan klub yang menumpuk pemain asing di lini serang dapat menimbulkan efek domino pada pengembangan talenta lokal. Persib telah menandatangani Luka Menalo, pemain berusia 23 tahun yang juga menempati posisi serang. Jika kedua pemain ini tidak langsung memberikan kontribusi gol, tekanan pada akademi dan pemain muda akan semakin besar, mengingat ekspektasi suporter yang tidak sabar menuntut hasil.
Selanjutnya, faktor iklim dan budaya memang penting, namun tidak boleh menjadi alasan utama untuk menilai kesiapan pemain. Sekulic menyebut cuaca Bandung tidak menjadi hambatan, namun adaptasi mental terhadap tekanan media, ekspektasi suporter, dan dinamika tim internal sering kali lebih menantang daripada suhu udara. Persib harus menyiapkan dukungan psikologis yang memadai, bukan sekadar mengandalkan pernyataan positif pemain.
Jika Persib ingin memaksimalkan investasi ini, mereka harus menyiapkan sistem rotasi yang jelas, memberi kesempatan bermain yang adil kepada Sekulic dan Menalo, serta menilai performa mereka secara objektif melalui data statistik (xG, kontribusi assist, pressing). Tanpa pendekatan berbasis data, klub berisiko terjebak dalam narasi hype yang berujung pada kekecewaan di akhir musim.
Prediksi saya, dalam 10 pertandingan pertama, Sekulic kemungkinan besar akan mencetak 3‑4 gol jika diberikan menit bermain yang konsisten. Namun, jika ia harus bersaing ketat dengan Menalo untuk menit penuh, produktivitasnya dapat turun drastis, memaksa manajemen untuk mempertimbangkan opsi penjualan atau peminjaman kembali pada jendela transfer berikutnya.
BERITA TERKAIT

Iran Undang Prabowo ke Tehran: Diplomasi di Balik Pemakaman Khamenei, Apa Motif Sebenarnya?

KAI Tutup 320 Titik Perlintasan, Namun Kasus Penganiayaan di Garut Mengguncang Kepercayaan Publik
