Spanyol Siap Hancurkan Rekor Nirkalah Argentina & Menyamai Italia di Semifinal Piala Dunia 2026!
Ahli dalam liputan bulu tangkis dan berbagai event olahraga internasional.

Dallas, Amerika Serikat – Malam yang menegangkan menanti para pendukung La Roja. Jika Spanyol berhasil menaklukkan Prancis di Stadion Dallas pada Selasa (14/7) atau Rabu (15/7) dini hari WIB, mereka tidak hanya melaju ke final Piala Dunia 2026, tetapi juga menulis babak baru dalam sejarah sepak bola dunia.
Setelah menyingkirkan Belgia di perempat final, La Roja kini memegang catatan luar biasa: 36 pertandingan beruntun tanpa kekalahan. Rekor ini melampaui generasi emas Spanyol 2007‑2009 (35 laga) dan menyaingi rekor tak terkalahkan Argentina (36 laga) yang berakhir melawan Arab Saudi di Piala Dunia 2022.
Catatan ini juga menempatkan Spanyol selangkah lagi dari Italia, pemilik rekor dunia dengan 37 laga tak terkalahkan (2018‑2021). Jika Lamine Yamal, Pedri, dan kawan‑kawan menaklukkan Prancis, mereka akan menulis sejarah bersama Gli Azzurri.
Namun, tantangan tidaklah mudah. Prancis, yang menargetkan tiga semifinal beruntun, datang dengan skuad yang dipenuhi talenta kelas dunia: Kylian Mbappé, Antoine Griezmann, dan lini tengah yang tak kenal lelah. Pertandingan ini akan menjadi pertempuran taktik antara pressing tinggi Luis de la Fuente dan serangan cepat Didier Deschamps.
Strategi Spanyol harus mengoptimalkan kecepatan sayap Yamal, kreativitas Pedri, serta ketajaman gol Ansu Fati. Di sisi lain, pertahanan harus menahan serangan balik Prancis yang berbahaya, terutama melalui sayap kanan yang dipenuhi dengan Ousmane Dembélé. Jika La Roja dapat mengeksekusi transisi cepat dan menahan tekanan, peluang mereka untuk menambah satu kemenangan lagi sangat besar.
Analisis Pakar
Menurut saya, kunci kemenangan Spanyol terletak pada kontrol bola dan ketepatan operan pendek. De la Fuente telah menanamkan filosofi tiki‑taka modern: menahan bola, memaksa lawan bergerak, lalu memanfaatkan ruang celah dengan serangan terorganisir. Jika pemain sayap seperti Yamal dapat menembus pertahanan Prancis dan mengirimkan umpan silang akurat ke Fati atau Morata, maka peluang gol akan melambung.
Namun, tidak boleh diabaikan faktor mental. Setelah 27 kemenangan beruntun, tekanan psikologis akan semakin berat. Tim harus tetap tenang, mengingat setiap kesalahan kecil dapat dimanfaatkan oleh Prancis yang sudah terbiasa bermain di panggung besar. Pengalaman veteran seperti Sergio Busquets (meski tidak bermain, tetap menjadi mentor) akan sangat penting untuk menenangkan gelombang emosi pemain muda.
Secara taktis, saya memprediksi De la Fuente akan menurunkan formasi 4‑3‑3 dengan Pedri sebagai playmaker di tengah, didukung oleh Gavi dan Rodri. Ini memberi keseimbangan antara kreativitas dan kestabilan defensif. Di sisi serangan, Lamine Yamal akan beroperasi sebagai winger bebas, memanfaatkan kecepatan dan dribblingnya untuk membuka ruang di sisi kiri, sementara Ferran Torres atau Alvaro Morata menjadi target utama di kotak penalti.
Jika semua elemen ini bersinergi, Spanyol tidak hanya akan menambah satu kemenangan lagi, tetapi juga menorehkan rekor nirkalah terpanjang sepanjang masa. Ini akan menjadi bukti bahwa generasi baru La Roja mampu menyaingi legenda‑legenda sepak bola dunia. Saya menaruh harapan besar pada tim ini, dan saya yakin mereka akan memberikan pertunjukan yang tak terlupakan bagi seluruh pecinta sepak bola di seluruh dunia.
BERITA TERKAIT

Mengapa Xabi Alonso Memilih Chelsea Daripada Liverpool? Ungkapan Momentum dan Ambisi Besar

Veda Ega Pratama Buktikan Kualitas di Moto3: Dari Debut ke Podium dalam Setengah Musim
