Bellingham Bikin Gempar! John Terry Bandingkan dengan Zidane, Inggris Siap Guncang Argentina!

Olahraga
Eka SaputraEka Saputra
Eka Saputra
Eka Saputra
Pakar MotoGP & Basket

Selalu terdepan dalam menyajikan berita balap motor dan olahraga bola basket.

Bellingham Bikin Gempar! John Terry Bandingkan dengan Zidane, Inggris Siap Guncang Argentina!
BAGIKAN:

John Terry, legenda Chelsea dan mantan kapten Timnas Inggris, melontarkan pujian setinggi langit untuk Jude Bellingham. Menurut sang raja pertahanan, performa Bellingham di semifinal Piala Dunia 2026 sudah berada di level yang sama dengan Zinedine Zidane—legenda Prancis yang memimpin Les Bleus ke puncak dunia.

Bellingham menjadi pahlawan utama ketika Inggris menembus semifinal, mencetak dua gol krusial melawan Norwegia di perempat final. Aksi heroiknya mengulang sejarah gemilang di babak 16 besar, saat ia memimpin Tiga Singa mengalahkan tuan rumah Meksiko dengan skor 3-2 dalam duel yang menegangkan.

Menurut situs resmi FIFA, Terry menyamakan kontribusi Bellingham dengan magis Zidane yang mengangkat Prancis menjadi juara pada 1998 dan menembus final 2006. "Sejak awal Piala Dunia ini saya sudah katakan bahwa dia mengingatkan saya pada Zidane. Dia sedang menyeret tim ini ke semifinal sekarang. Bagi saya dia sudah berstatus kelas dunia," ujar Terry, menambahkan bahwa ketenangan Bellingham di luar lapangan juga luar biasa.

Pujian tersebut tidak hanya datang dari Terry. Legenda Brasil Gilberto Silva, yang pernah merasakan pahitnya dikalahkan oleh Zidane di 2006, setuju bahwa Bellingham telah menunjukkan kualitas pemain besar di panggung terbesar. "Di pertandingan-pertandingan besar, Anda butuh pemain yang bisa unjuk gigi. Dia telah melakukannya selama dua tahun terakhir, baik bersama Real Madrid maupun di Piala Dunia," kata Gilberto.

Dua gol Bellingham di Stadion Miami tidak hanya mengantar Inggris menantang Argentina di Stadion Atlanta pada 16 Juli, tetapi juga menobatkan dirinya sebagai gelandang pertama dalam sejarah yang mencetak enam gol dalam satu edisi Piala Dunia. Prestasi ini menambah aura "kelas dunia" yang melekat pada dirinya.

Meski menyadari ancaman kuat dari juara bertahan yang dipimpin Lionel Messi, Terry menegaskan tidak ada rasa gentar. Ia bahkan berani menyatakan skuad Inggris saat ini lebih mewah secara komposisi pemain. "Saya tidak khawatir dengan Argentina. Secara kualitas individu per posisi, kami lebih baik," tegasnya, menambahkan bahwa tim Inggris selalu berhasil melewati momen krusial dan kini berada di puncak peluang untuk meraih gelar juara.

Analisis Pakar

Sebagai pengamat yang telah menyaksikan evolusi taktik sepak bola selama tiga dekade, saya melihat Bellingham bukan sekadar penyerang tambahan, melainkan otak penggerak lini tengah yang mengubah dinamika permainan Inggris. Ia menggabungkan visi ala playmaker klasik dengan intensitas pressing modern, memungkinkan tim menguasai ruang dan tempo. Dalam pertandingan melawan Norwegia, Bellingham tidak hanya mencetak gol, tetapi juga menyiapkan serangan balik dengan transisi cepat, memaksa lawan terdesak dan membuka celah di lini pertahanan mereka.

Dari sudut taktik, kehadiran Bellingham memberi fleksibilitas luar biasa bagi Gareth Southgate. Ia dapat beroperasi sebagai mezzala, menggerakkan bola ke sisi kanan atau kiri, atau turun menjadi regista yang mengatur tempo permainan. Kombinasi ini memungkinkan Inggris beralih antara formasi 4‑3‑3 yang menyerang dan 3‑4‑3 yang lebih defensif tanpa kehilangan keseimbangan. Keberhasilan Inggris menembus semifinal bukan kebetulan; itu hasil dari pola permainan yang terstruktur, di mana Bellingham menjadi poros penghubung antara lini pertahanan dan serangan.

Namun, tantangan berikutnya melawan Argentina menuntut Bellingham untuk meningkatkan aspek duel fisik dan pertahanan. Lionel Messi dan rekan-rekannya terkenal dengan pergerakan off‑the‑ball yang cerdik; Bellingham harus menambah kecepatan dalam penutupan ruang serta meningkatkan koordinasi dengan bek tengah seperti Harry Maguire. Jika ia dapat mengeksekusi peran ganda ini—menjadi kreatif di serangan sekaligus solid di pertahanan—Inggris memiliki peluang besar untuk mengalahkan tim La Albiceleste.

Prediksi saya, jika Bellingham terus menampilkan konsistensi seperti di fase grup dan knockout, Inggris tidak hanya akan menantang Inggris vs Argentina, tetapi berpotensi menorehkan gelar pertama sejak 1966. Kunci kemenangan terletak pada kemampuan tim untuk memanfaatkan kecepatan transisi yang dipicu oleh Bellingham, serta menjaga disiplin taktis di lini tengah. Dengan dukungan pemain berkelas seperti Phil Foden, Bukayo Saka, dan Harry Kane, serta kepemimpinan veteran seperti Jordan Henderson, Inggris berada di jalur yang tepat untuk menulis sejarah baru—sejarah di mana Bellingham menjadi nama yang setara dengan Zidane dalam ingatan para penggemar sepak bola dunia.