Bali Jadi Pusat Kontrol Internet Global: Kemkomdigi Dukung ICANN87, Apa Dampaknya bagi Indonesia?

Berita Nasional
Ahmad HidayatAhmad Hidayat
Ahmad Hidayat
Ahmad Hidayat
Analis Politik

Mengamati dinamika politik nasional dan kebijakan pemerintah secara kritis.

Bali Jadi Pusat Kontrol Internet Global: Kemkomdigi Dukung ICANN87, Apa Dampaknya bagi Indonesia?
BAGIKAN:

Jakarta – Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) secara resmi menyatakan dukungan penuh untuk penyelenggaraan ICANN87 Annual General Meeting yang dijadwalkan di Bali pada 17–22 Oktober 2026. Pernyataan ini muncul setelah audiensi antara Wakil Menteri Komunikasi dan Digital, Nezar Patria, dengan perwakilan Pengelola Nama Domain Internet Indonesia (PANDI) serta perwakilan Internasional Internet Corporation for Assigned Names and Numbers (ICANN) di kantor Kemkomdigi, Jakarta.

Dalam pertemuan tersebut, Nezar Patria menyambut hangat kunjungan delegasi PANDI dan ICANN, sekaligus mengajukan undangan resmi kepada Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, untuk membuka secara simbolis acara ICANN87. Kedua delegasi utama yang hadir, yakni Samiran Gupta – Wakil Presiden dan Managing Director ICANN Asia‑Pasifik, serta Isnawan – Ketua Dewan Pengurus PANDI, menegaskan pentingnya koordinasi lintas pemangku kepentingan dalam menyiapkan forum tata kelola internet global ini.

Isnawan menekankan bahwa dukungan Kemkomdigi bukan sekadar formalitas, melainkan faktor krusial dalam memastikan kelancaran logistik, perizinan bea cukai, serta urusan keimigrasian bagi ribuan peserta internasional. "PANDI menghargai kolaborasi yang telah terjalin dengan Kemkomdigi, dan kami yakin sinergi ini akan memperkuat posisi Indonesia dalam ekosistem tata kelola internet dunia," ujarnya.

Selain menyiapkan infrastruktur fisik, PANDI juga menyoroti upaya berkelanjutan dalam memerangi penyalahgunaan nama domain, khususnya konten ilegal seperti judi online. Platform Indonesia Domain Abuse Data Exchange (IDADX) kini menjadi tulang punggung pemantauan dan analisis penyalahgunaan domain, memungkinkan koordinasi yang lebih terstruktur antara regulator, penyedia layanan, dan penegak hukum.

Samiran Gupta mengapresiasi sambutan positif Nezar Patria, sekaligus menegaskan bahwa Kemkomdigi akan berperan aktif dalam aspek teknis persiapan, termasuk sinkronisasi dengan otoritas bea cukai dan imigrasi. "Keberhasilan ICANN87 sangat bergantung pada sinergi antara pemerintah, regulator, dan komunitas internet," katanya.

ICANN87, yang akan dilaksanakan dalam format hybrid (tatap muka dan virtual), membuka pendaftaran sejak 6 Juli 2026. Semua pemangku kepentingan – mulai akademisi, pelaku industri, hingga masyarakat umum – dapat mendaftar melalui portal resmi events.icann.org.

Analisis Pakar

Penunjukan Bali sebagai tuan rumah ICANN87 menandai ambisi Indonesia untuk menjadi pemain kunci dalam tata kelola internet global. Namun, di balik sorotan internasional, terdapat tantangan struktural yang belum sepenuhnya teratasi. Pertama, birokrasi perizinan masih menjadi batu sandungan bagi penyelenggaraan acara berskala besar; meski Kemkomdigi menjanjikan dukungan, realitas lapangan sering kali memperlambat proses, terutama dalam koordinasi lintas lembaga seperti Bea Cukai dan Imigrasi.

Kedua, meskipun platform IDADX menunjukkan langkah maju dalam memerangi domain abuse, data yang dihasilkan masih bergantung pada partisipasi sukarela dari penyedia layanan. Tanpa regulasi yang lebih tegas, penyalahgunaan domain – terutama yang mengarah pada konten kriminal – dapat terus meluas, mengancam reputasi Indonesia sebagai “digital safe haven”.

Ketiga, keberhasilan ICANN87 akan sangat dipengaruhi oleh kemampuan Indonesia mengelola dinamika geopolitik dalam forum multistakeholder. Dengan tekanan dari negara‑negara besar yang berusaha mengendalikan kebijakan nama domain, Indonesia harus menegaskan posisi independen namun tetap kooperatif, agar tidak terjebak dalam persaingan kepentingan yang dapat merusak integritas proses pengambilan keputusan.

Jika Indonesia mampu mengatasi hambatan birokrasi, memperkuat kerangka hukum penanggulangan domain abuse, dan menavigasi lanskap geopolitik dengan cerdas, ICANN87 dapat menjadi batu loncatan bagi transformasi digital nasional. Sebaliknya, kegagalan dalam mengatasi isu‑isu tersebut berisiko menurunkan kepercayaan internasional dan menghambat upaya Indonesia dalam mengukir peran strategis di arena internet global.