Mbappe & Dembele Mengguncang Piala Dunia 2026: Gol Spektakuler Bawa Prancis Unggul 2-0 atas Maroko!
Dimas Pratama
Mantan jurnalis olahraga yang kini berfokus pada analisis taktik sepak bola lokal maupun Eropa.

Kylian Mbappé dan Ousmane Dembélé menorehkan dua gol menawan yang mengubah jalannya perempat final Piala Dunia 2026, menjadikan Prancis melaju dengan keunggulan 2-0 atas Maroko pada menit ke‑66.
Sejak peluit pertama, skuad Les Bleus sudah menekan pertahanan Maroko dengan intensitas tinggi. Kesempatan emas pertama datang dari titik penalti, ketika Mbappé mengeksekusi tendangan mati. Sayangnya, sang penjaga gawang Bono membaca arah bola dengan cermat dan berhasil menangkupnya, menahan kebuntuan di babak pertama.
Masuk babak kedua, tekanan Prancis tidak berkurang. Pada menit ke‑54, Desire Doué meluncurkan tembakan keras yang kembali dibaca oleh Bono, menegaskan ketangguhan kiper Maroko dalam menahan serangan awal.
Namun, momen yang ditunggu‑tunggu akhirnya terwujud pada menit ke‑60. Mbappé menerima umpan tajam dari Doué di dalam kotak penalti, mengendalikan bola dengan tenang, lalu menempatkannya ke pojok jauh gawang. Bono tak mampu menjangkau, dan gol pertama Prancis pun tercipta.
Setelah memecah kebuntuan, kepercayaan diri Les Bleus melambung. Pada menit ke‑66, Dembélé menerima bola, menembus lini pertahanan Maroko dengan kecepatan kilat, lalu melepaskan tembakan mendatar dari luar kotak penalti. Sekali lagi, Bono tidak dapat bereaksi cepat, dan bola meluncur masuk, menggandakan keunggulan Prancis menjadi 2-0.
Analisis Pakar
Penampilan Mbappé dan Dembélé dalam laga ini bukan sekadar kebetulan; keduanya menunjukkan pemahaman taktik yang matang serta eksekusi klinis di momen krusial. Mbappé, yang sebelumnya gagal mengeksekusi penalti, bangkit dengan ketenangan luar biasa—menunjukkan bahwa mentalitas “big game player” memang melekat pada dirinya. Sementara Dembélé, yang sering menjadi sorotan karena konsistensi, kembali menegaskan kecepatan dan insting penyerang yang tajam, memanfaatkan ruang di sayap kanan Maroko yang masih rapuh.
Dari sisi taktik, pelatih Prancis tampak mengandalkan pola pressing tinggi, memaksa Maroko bermain dari belakang dan membuka celah bagi serangan balik cepat. Keputusan untuk menempatkan Doué sebagai penghubung tengah sangat tepat; ia tidak hanya menciptakan peluang, tetapi juga menambah dimensi fisik pada lini serang. Sementara itu, pertahanan Prancis tetap solid, menahan serangan balik Maroko yang mengandalkan kecepatan pemain sayap mereka.
Melihat performa Bono, meski ia berhasil menahan dua tembakan berbahaya, kelemahan dalam membaca arah bola menjadi titik lemah yang dapat dimanfaatkan oleh Prancis di laga berikutnya. Jika Maroko ingin kembali ke jalur kemenangan, mereka harus memperbaiki koordinasi antara lini belakang dan menambah variasi serangan, terutama melalui permainan sayap yang lebih terstruktur.
Ke depan, Prancis kini berada di posisi yang menguntungkan untuk melaju ke semifinal. Namun, tantangan selanjutnya tidak akan mudah; lawan-lawan kuat seperti Brazil atau Argentina menanti dengan skuad yang juga memiliki kualitas individu tinggi. Kunci kemenangan Prancis akan bergantung pada konsistensi eksekusi taktik, kedalaman skuad, serta kemampuan mental untuk mengatasi tekanan di setiap fase turnamen.
BERITA TERKAIT

Diaspora Tibet di Jepang Bentak Undang-Undang Baru China: Protes, Duka, dan Risiko Asimilasi Nasional
Siti Rahmawati
B50 Resmi Berlaku: Indonesia Bakal Hemat Rp170 Triliun, Tapi Apakah Sawit Benar‑benar Solusi?
Siti Amalia
Ribuan Buku Impor Menggoda Semarang: Apa Harga Diskon 95% Sebenarnya?
Ahmad Hidayat