Provinsi Sunda: Identitas Kewilayahan yang Lebih Mendalam

Politik
Budi SantosoBudi Santoso
Budi Santoso
Budi Santoso
Editor

Tim kurasi konten viral yang menyeleksi berita paling relevan untuk pembaca.

Provinsi Sunda: Identitas Kewilayahan yang Lebih Mendalam
BAGIKAN:

Wacana pergantian nama Provinsi Jawa Barat menjadi Tatar Sunda kini memasuki babak baru setelah seluruh fraksi di DPRD Jawa Barat memberikan lampu hijau untuk melanjutkan usulan ini ke tahapan legislasi berikutnya.

Usulan perubahan nama Provinsi Jabar menjadi Tatar Sunda digagas oleh sejumlah tokoh Sunda, budayawan, dan akademisi, dengan Guru Besar Universitas Padjadjaran (Unpad), Ganjar Kurnia. Menurut Ganjar, usulan perubahan nama itu sebagai upaya menegaskan suatu ruang hidup yang memiliki akar kebumian, sejarah, berbagai budaya, bahasa, dan memori kolektif yang panjang.

Ganjar menjelaskan bahwa nama 'Jawa Barat' hanya menunjukkan arah mata angin, sedangkan kata 'Sunda' memiliki makna kewilayahan yang jauh lebih mendalam. Pihaknya menilai 'Sunda' berkaitan erat dengan ruang kebumian yang berusia jauh lebih tua.

Menurut Ganjar, identitas kewilayahan lebih kuat dibandingkan dengan identitas budaya semata. Kebudayaan dapat berubah, bahasa dapat bergeser, adat dapat mengalami transformasi, dan kesenian dapat beralih fungsi menjadi sekadar seremoni. Akan tetapi, wilayah sebagai ruang hidup memiliki kesinambungan yang jauh lebih panjang.

Dengan menggunakan nama Provinsi Sunda, masyarakat dapat diingatkan bahwa mereka hidup di atas ruang yang memiliki lapisan sejarah panjang. Oleh karena itu, penegasan identitas kewilayahan melalui nama Sunda tetap bersifat inklusif.

Sebagai jurnalis senior investigasi, saya melihat bahwa usulan perubahan nama Provinsi Jawa Barat menjadi Tatar Sunda merupakan langkah yang positif dalam memperkuat identitas wilayah kebumian. Namun, perlu diingat bahwa proses pembahasan masih panjang dan perlu melibatkan seluruh elemen masyarakat untuk memastikan bahwa usulan perubahan nama provinsi memiliki landasan akademik dan aspirasi publik yang kuat sebelum diputuskan.