Kolaborasi Vaksin Dengue mRNA RI-China: Bukti Komitmen Pemerintah dalam Sains dan Teknologi
Siti Rahmawati
Menyajikan liputan berita terkini secara cepat dan akurat langsung dari sumbernya.

Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi, Stella Christie, menyatakan bahwa kolaborasi Universitas Indonesia dan Tsinghua University dalam pengembangan vaksin dengue berbasis mRNA merupakan bukti komitmen pemerintah untuk memajukan bangsa melalui sains dan teknologi.
Menurut Stella, di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, institusinya menjadi kementerian tersendiri yang fokus pada sains dan teknologi, merespons tren global di mana negara-negara yang kuat memacu riset dan pengembangannya melalui perguruan tinggi.
Stella juga menyatakan bahwa pendanaan riset pada 2025 ditambah menjadi dua kali lipat, dan bahwa Presiden Prabowo telah menghadiri dua konferensi Indonesia bertema sains dan teknologi, menunjukkan komitmennya untuk memajukan bangsa lewat sains dan teknologi.
Menurut Stella, Tsinghua University sangat selektif dalam memilih mitra untuk berkolaborasi, sehingga ketika Tsinghua University setuju untuk bekerja sama dengan UI, universitas terbaik di Indonesia, hal itu menjadi sesuatu yang signifikan.
Stella juga mengapresiasi Etana yang mendukung kolaborasi tersebut sejak awal diinisiasi, dan menekankan pentingnya kehadiran industri untuk mendorong riset menjadi produk jadi.
Sebagai Wamendikti, dia mendorong agar hal seperti itu bisa dicapai Indonesia melalui kolaborasi secara sistematis dengan industri.
Menurut saya, kolaborasi vaksin dengue mRNA RI-China ini merupakan langkah positif dalam memajukan sains dan teknologi di Indonesia. Namun, perlu diingat bahwa masih banyak tantangan yang harus dihadapi dalam mengembangkan vaksin ini, seperti masalah pendanaan dan infrastruktur. Oleh karena itu, perlu adanya komitmen yang kuat dari pemerintah dan industri untuk mendukung pengembangan vaksin ini.
BERITA TERKAIT

đ„ MBAPPE BUKA PINTU SEJARAH: 20 KALI MAIN, 7 GOL, 63 GOLâDAN BUKTIKAN BAHWA 'GENERASI EMAS' BUKAN HANYA MITOS!
Eka Saputra
MBAPPE JADI RAJA PIALA DUNIA SEUSIA JERMAN 1974! Usia 37 Tahun, Tapi Catat Rekor yang Dulu Hanya Bisa Mimpi
Dimas Pratama
Liburan Anak Justru Jadi 'Senjata Rahasia' Revitalisasi Budaya: Mewarnai Topeng di Kandri Buka Jendela Baru Pendidikan Kultural di Tengah Era Digital
Siti Rahmawati