Kerja Sama RI-Kanada di Bidang Infrastruktur: Peluang Besar untuk Pembangunan Berkelanjutan
Siti Amalia
Pakar ekonomi makro yang sering menulis mengenai investasi dan pasar saham.

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Menko IPK) Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menyoroti besarnya potensi kerja sama Indonesia dan Kanada di sektor infrastruktur dan pembangunan kewilayahan. Menurut AHY, Kanada merupakan mitra yang serius, memiliki kapasitas, serta dapat diandalkan.
Pemerintah Indonesia terus mendorong pembangunan infrastruktur yang tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, tetapi juga memperkuat konektivitas antarwilayah, meningkatkan daya saing daerah, memperluas pemerataan pembangunan, serta memperkuat ketahanan nasional.
Hubungan Indonesia dan Kanada saat ini telah berkembang melampaui hubungan baik antarpemerintah. Kemitraan kedua negara semakin berorientasi pada kerja sama yang konkret, berbasis kepercayaan, dan menghasilkan manfaat nyata bagi masyarakat kedua negara.
Menko AHY juga menegaskan komitmen kedua negara dalam memperkuat kemitraan strategis, khususnya di bidang infrastruktur, investasi, serta pembangunan berkelanjutan. Salah satu pembahasan utama dalam pertemuan tersebut adalah percepatan implementasi IndonesiaâCanada Comprehensive Economic Partnership Agreement (ICA-CEPA) yang diharapkan semakin memperluas peluang perdagangan, investasi, dan kolaborasi ekonomi kedua negara.
Sebagai jurnalis senior investigasi, saya melihat bahwa kerja sama RI-Kanada di bidang infrastruktur memiliki potensi besar untuk pembangunan berkelanjutan di Indonesia. Namun, perlu diingat bahwa implementasi CEPA harus diikuti oleh kolaborasi nyata antara dunia usaha, investor, lembaga, dan masyarakat. Jika tidak, maka kesepakatan antarnegara hanya akan menjadi sekedar formalitas tanpa manfaat nyata bagi masyarakat.
BERITA TERKAIT

Jakarta Siapkan Enam Halte Transjakarta untuk Naming Rights: Peluang Bisnis atau Risiko Publik?
Siti Amalia
Rencana Pemerintah Bangun Pabrik Metanol di Bojonegoro dan Kaltim: Antara Janji Hilirisasi dan Risiko B50
Hendra Gunawan
Target Ambisius PBVSI: Timnas Uâ18 Indonesia Incar Empat Besar di Kejuaraan Asia 2026
Maya Sari