Halal: Simbol Kesehatan dan Kualitas yang Diterima Global

Ekonomi
Siti AmaliaSiti Amalia
Siti Amalia
Siti Amalia
Analis Finansial

Pakar ekonomi makro yang sering menulis mengenai investasi dan pasar saham.

Halal: Simbol Kesehatan dan Kualitas yang Diterima Global
BAGIKAN:

Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Ahmad Haikal Hasan menyatakan bahwa konsep halal telah bertransformasi menjadi simbol kesehatan, kebersihan, dan kualitas yang diterima secara global.

Hal ini disampaikan Haikal saat menghadiri perayaan Matariki atau Tahun Baru Māori, yang diselenggarakan Kedutaan Besar Selandia Baru di Jakarta. Ia menegaskan bahwa halal tidak lagi dipandang semata sebagai isu agama, tetapi telah menjadi bagian dari gaya hidup.

Menurut Haikal, cara pandang tersebut juga dipelajari dari Presiden Prabowo Subianto. Ia mencontohkan bahwa di Amerika Serikat, kalangan Departemen Pertanian Amerika Serikat (USDA) menyebut halal sebagai simbol kesehatan, sementara di Korea Selatan, halal dianggap sebagai kebersihan ganda.

Haikal juga menyebutkan bahwa China kini menjadi negara produsen produk halal nomor satu di dunia, dengan produksi senilai lebih dari 21 miliar dolar AS setiap tahun. Indonesia, sebagai negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia, belum menjadi produsen produk halal terbesar.

Sebagai seorang jurnalis, saya melihat bahwa perubahan paradigma halal dari isu agama menjadi simbol kesehatan dan kualitas adalah langkah maju yang positif. Ini menunjukkan bahwa konsep halal telah berkembang menjadi bagian dari gaya hidup yang lebih luas, tidak hanya terbatas pada kebutuhan umat Islam.