Mengenal Prosesi Injak Kepala Kerbau: Tradisi Sakral yang Penuh Makna
Rina Wijaya
Fokus pada liputan mendalam dan isu-isu sosial yang berdampak pada masyarakat luas.

Prosesi menginjak kepala kerbau merupakan salah satu tradisi sakral yang telah menjadi bagian dari budaya masyarakat Lampung selama ratusan tahun. Prosesi ini dilakukan dalam upacara Begawi Cakak Pepadun, yang menandai seseorang memperoleh kedudukan adat tertinggi atau naik takhta sebagai peyimbang atau pemimpin adat.
Mengutip penjelasan dari Budayawan Lampung, Admi Syarif, prosesi injak kepala kerbau, atau Mesol Kibau dalam bahasa Lampung, melambangkan pembersihan sifat-sifat buruk seperti kesombongan, iri dengki, dan ketamakan. Prosesi ini juga merupakan bentuk penghormatan kepada tokoh yang dianugerahi gelar adat.
Admi menjelaskan bahwa kerbau memiliki kedudukan yang istimewa dalam budaya Lampung, sering menjadi ukuran dalam berbagai perhitungan adat maupun penyelenggaraan pesta besar. Mesol Kibau atau penyembelihan kerbau merupakan salah satu prosesi dalam Cakak Pepadun.
Menurut Admi, prosesi injak kepala kerbau ini memiliki makna yang dalam, yaitu menghilangkan roh kebinatangan dari manusia. Ia mencontohkan bahwa kerbau dipilih karena dianggap sebagai binatang yang kuat dan besar, sehingga masyarakat Lampung ingin menunjukkan bahwa mereka juga kuat dan besar.
Admi juga mempertanyakan mengapa prosesi injak kepala kerbau yang dilakukan Presiden Jokowi beberapa waktu lalu menjadi ramai, padahal prosesi tersebut sudah berlangsung cukup lama. Ia berpandangan bahwa hal ini mungkin disebabkan oleh perbedaan marginal dan suku dalam masyarakat Lampung.
BERITA TERKAIT

NATO Perkuat Pertahanan: Konferensi Tingkat Tinggi Parlemen Dimulai di Istanbul
Berita Hari Ini Desk
Pantai Gading Tersingkir dari Piala Dunia 2026: Amad Diallo Nilai Pengalaman Berharga
Dimas Pratama
Pantai Gading Tersingkir dari Piala Dunia 2026: Analisis Kekalahan dan Pelajaran Berharga
Eka Saputra