Prediksi Superkomputer: Brasil di Atas Angin, Kans Adu Penalti Tinggi
Olahraga
Eka Saputra•
Eka Saputra
Eka Saputra
Pakar MotoGP & Basket
Selalu terdepan dalam menyajikan berita balap motor dan olahraga bola basket.

Superkomputer memprediksi babak 32 besarPiala Dunia 2026akan menghadirkan banyak kejutan. Bagaimana peluang Brasil atas Jepang?
Lembaga pengolah data sepak bola asal Inggris, Opta, menyebut peluang menang Brasil lebih besar dibanding Jepang. Namun, Jepang tetap punya kans mematahkan prediksi.
Dari 25.000 simulasi yang dilakukan Opta, Brasil disebut punya kans menang sebesar 57,3 persen atas Jepang dalam waktu normal 90 menit, sedangkan Jepang hanya punya 19,7 persen.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun, dari simulasi yang sama, pertandingan diakhiri dengan adu penalti terbilang tinggi. Potensi penalti laga di Stadion Houston, Texas pada Selasa (30/6) dini hari WIB itu mencapai 23 persen.
Mengacu head to head, Brasil hanya sekali kalah dari Jepang dari 13 pertemuan. Kekalahan tersebut tercipta pada 14 Oktober tahun lalu dalam ajang Kirim Challenge Cup.
Kekalahan tersebut menjadi isyarat bahwa Samurai Blue, julukan Jepang, sudah berada pada level yang berbeda. Meski saat itu Brasil belum ditangani Carlo Ancelotti, tetap saja ini isyarat.
Sama seperti laga melawan Belanda, Jepang juga tidak diunggulkan. Saat itu kebanyakan prediksi menyebut Jepang akan ditundukkan Belanda. Hasilnya, imbang 2-2.
Secara permainan, Brasil juga belum begitu meyakinkan. Racikan Ancelotti menyisakan banyak kekurangan, sehingga bisa ditahan Maroko pada laga pembuka babak grup.
Sementara Jepang, yang tampil ganas sebelum Piala Dunia, seperti mengalahkan Jerman, Inggris, dan Meksiko, secara mengejutkan ditahan Swedia. Jepang tidak dalam bentuk terbaik.
[Gambas:Video CNN]
BERITA TERKAIT

Hukum
KPK Gali Keterangan Dito Ariotedjo untuk Kuatkan Bukti Kasus Korupsi Kuota Haji
Tim RedaksiBaru saja

Politik
Hamas Bertemu di Kairo: Mencari Solusi Damai untuk Jalur Gaza
Tim RedaksiBaru saja
Dunia
Gempa Venezuela: Curah Hujan Tinggi Persulit Upaya Penyelamatan, Ratusan Nyawa Melayang
Berita Hari Ini DeskBaru saja