Era Baru Android 17 Dimulai, Puluhan Juta Perangkat Samsung 'Pensiun' dari Pembaruan Sistem Operasi Utama!
Fitriani Ningsih
Fokus pada isu keamanan siber, kecerdasan buatan, dan tren teknologi masa depan.

Jakarta, CNN Indonesia – Kabar gembira datang bagi para pecinta teknologi dengan meluncurnya sistem operasi Android 17, yang kini mulai tersedia untuk perangkat Google Pixel tertentu. Bersamaan dengan itu, raksasa teknologi asal Korea Selatan, Samsung, diperkirakan akan segera menyusul dengan pembaruan One UI 9.0 paling cepat bulan depan, membawa segudang fitur dan peningkatan performa. Namun, di tengah euforia tersebut, terselip berita yang mungkin mengecewakan bagi sebagian besar pengguna setia Samsung: sejumlah besar perangkat Galaxy dipastikan tidak akan mencicipi manisnya pembaruan sistem operasi mayor ini.
Menurut laporan dari Gizmochina, daftar perangkat yang tidak akan mendapatkan pembaruan Android 17 dan One UI 9.0 ini mencakup baik model flagship maupun kelas menengah. Hal ini disebabkan perangkat-perangkat tersebut telah menghabiskan seluruh jatah pembaruan sistem operasi yang dijanjikan Samsung sejak peluncurannya. Di antara perangkat flagship yang akan 'pensiun' dari pembaruan mayor ini adalah seri Galaxy S22 (S22, S22+, S22 Ultra), Galaxy S21 FE, serta ponsel lipat Galaxy Z Fold 4 dan Galaxy Z Flip 4. Selain itu, jajaran tablet premium seperti Galaxy Tab S8, S8+, dan S8 Ultra juga termasuk dalam daftar. Tidak hanya itu, segmen mid-range turut terkena dampak, meliputi seri populer seperti Galaxy A73 5G, A53 5G, A33 5G, serta berbagai model Galaxy A, M, F, hingga Xcover 6 Pro. Meskipun daftar ini belum secara resmi diumumkan oleh Samsung, proyeksi ini didasarkan pada kebijakan pembaruan perangkat lunak perusahaan yang berlaku saat ini, yang biasanya menjanjikan pembaruan OS untuk jangka waktu tertentu. Kendati demikian, perangkat-perangkat ini kemungkinan besar masih akan menerima pembaruan keamanan selama beberapa waktu ke depan.
Para pengguna yang perangkatnya tidak lagi mendapatkan pembaruan utama ini akan kehilangan kesempatan untuk menikmati berbagai fitur canggih yang dibawa oleh Android 17. Sistem operasi terbaru Google ini berfokus pada peningkatan produktivitas, pengalaman hiburan, dan keamanan pengguna. Di antara fitur unggulan yang akan absen adalah 'Bubbles', sebuah inovasi yang memungkinkan pengguna mengubah aplikasi apa pun menjadi pop-up ringkas untuk multitasking yang lebih efisien. Selain itu, fitur 'Screen Reactions' yang memungkinkan perekaman layar sekaligus wajah pengguna secara bersamaan untuk membuat tutorial atau reaksi konten juga menjadi salah satu fitur yang tidak dapat dinikmati. Peningkatan keamanan dan optimasi performa yang menjadi ciri khas setiap pembaruan Android mayor juga akan terlewatkan, meskipun pembaruan keamanan minor masih mungkin diterima.
Analisis Pakar
Keputusan Samsung untuk menghentikan pembaruan sistem operasi utama bagi sejumlah besar perangkatnya, termasuk model flagship yang relatif baru, adalah langkah strategis yang memiliki implikasi ganda. Dari sisi bisnis, ini adalah cara yang efektif untuk mendorong siklus peningkatan perangkat keras (upgrade cycle) konsumen. Dengan tidak adanya fitur baru dan peningkatan signifikan yang dibawa oleh OS mayor, pengguna akan merasa terdorong untuk membeli model terbaru demi pengalaman teknologi yang optimal. Namun, di sisi lain, kebijakan ini juga berpotensi memicu perdebatan mengenai 'planned obsolescence' atau usang terencana, di mana perangkat yang secara fisik masih berfungsi dengan baik 'dipensiunkan' secara perangkat lunak. Hal ini menimbulkan pertanyaan tentang dampak lingkungan dari limbah elektronik (e-waste) serta loyalitas pelanggan. Meskipun pembaruan keamanan masih dijanjikan, tidak adanya pembaruan fitur dan arsitektur keamanan yang lebih baru dalam OS mayor tetap meninggalkan celah. Bagi konsumen, ini menjadi pengingat penting untuk mempertimbangkan durasi dukungan perangkat lunak sebagai faktor utama dalam keputusan pembelian, bukan hanya spesifikasi hardware atau harga awal. Produsen lain yang menawarkan dukungan lebih panjang mungkin akan menarik perhatian konsumen yang sadar akan nilai jangka panjang dan keberlanjutan.
BERITA TERKAIT

KPK Gali Keterangan Dito Ariotedjo untuk Kuatkan Bukti Kasus Korupsi Kuota Haji
Tim Redaksi
Hamas Bertemu di Kairo: Mencari Solusi Damai untuk Jalur Gaza
Tim RedaksiGempa Venezuela: Curah Hujan Tinggi Persulit Upaya Penyelamatan, Ratusan Nyawa Melayang
Berita Hari Ini Desk