Bentrokan Perbatasan Memanas, Pakistan dan Afganistan Terlibat Konflik Militer
Siti Amalia
Pakar ekonomi makro yang sering menulis mengenai investasi dan pasar saham.

Konflik di perbatasan Pakistan dan Afganistan kembali memanas setelah operasi darat dan serangan udara dilancarkan oleh pasukan keamanan Pakistan. Serangan ini menewaskan sedikitnya 29 milisi bersenjata dan memicu protes keras dari pihak Kabul.
Menurut Menteri Informasi Pakistan, Attaullah Tarar, jet tempur militer mereka berhasil menghancurkan tiga target utama kelompok bersenjata di provinsi Paktia, Paktika, dan Kunar, yang terletak di wilayah timur Afganistan. Operasi udara ini membidik langsung jaringan persembunyian serta tempat perlindungan aman bagi kelompok militan Taliban Pakistan (TTP) dan sekutunya.
Namun, pihak Kabul membantah bahwa serangan udara Pakistan telah menewaskan sedikitnya 36 warga sipil dan melukai 163 orang lainnya. Wakil Juru Bicara Pemerintah Taliban Afganistan, Hamdullah Fitrat, mengeklaim bahwa agresi lintas batas ini telah menyebabkan korban jiwa sipil yang signifikan.
Konflik ini dipicu oleh serangkaian aksi teror mematikan yang mengguncang berbagai wilayah di Pakistan dalam beberapa waktu terakhir. Kelompok Jamaat-ul-Ahrar, faksi pecahan dari Taliban Pakistan, mengaku bertanggung jawab atas serangan di pangkalan militer Karachi pada hari Sabtu, yang menewaskan tiga tentara.
Eskalasi militer terbaru ini dikhawatirkan akan memperkeruh hubungan diplomatik antara Pakistan dan Afganistan, yang sudah sangat tegang sejak bulan Februari lalu. Upaya internasional untuk mendamaikan kedua belah pihak pun kerap menemui jalan buntu, dan gagal total untuk mengamankan draf gencatan senjata yang permanen.
Pemerintah China telah bertindak sebagai mediator dengan menjamu perwakilan kedua negara pada bulan April lalu, namun Pakistan tetap konsisten menuduh rezim Taliban Afganistan sengaja menyembunyikan para milisi TTP yang kerap melancarkan aksi teror mematikan di dalam negerinya.
BERITA TERKAIT

KPK Gali Keterangan Dito Ariotedjo untuk Kuatkan Bukti Kasus Korupsi Kuota Haji
Tim Redaksi
Hamas Bertemu di Kairo: Mencari Solusi Damai untuk Jalur Gaza
Tim RedaksiGempa Venezuela: Curah Hujan Tinggi Persulit Upaya Penyelamatan, Ratusan Nyawa Melayang
Berita Hari Ini Desk