Akihiro Miwa, Suara Ikonis Ghibli dan Seniman Multitalenta Jepang, Tutup Usia di 91 Tahun
Ayu Lestari
Selalu update dengan kabar terbaru dari dunia artis dan infotainment tanah air.

Dunia hiburan Jepang berduka atas kepergian salah satu ikonnya, Akihiro Miwa, yang meninggal dunia pada usia 91 tahun. Penyanyi, aktor, sekaligus pengisi suara legendaris ini menghembuskan napas terakhirnya pada 20 Juni 2026, namun kabar duka tersebut baru diumumkan oleh pihak keluarga pada Minggu (28/6). NHK melaporkan bahwa Miwa meninggal dengan tenang karena usia tua, sesuai dengan informasi dari keluarga yang memilih untuk tidak mengumumkan penyebab pasti kepergian sang maestro.
Akihiro Miwa, yang lahir dengan nama Shingo Maruyama pada 15 Mei 1935, telah berkarier selama lebih dari lima dekade, meninggalkan jejak tak terhapuskan di berbagai bidang seni. Ia dikenal luas sebagai aktor yang berani tampil dengan riasan perempuan di layar kaca, membintangi film-film klasik seperti Black Lizard (1968) dan Black Rose Mansion (1969). Namun, bagi para penggemar animasi global, Miwa paling dikenang atas kontribusinya yang luar biasa sebagai pengisi suara. Suara khasnya menghidupkan karakter-karakter ikonik dalam film-film Studio Ghibli, seperti Moro, sang dewi serigala dalam Princess Mononoke (1997), dan Witch of the Waste yang misterius dalam Howl's Moving Castle (2004). Selain itu, ia juga mengisi suara karakter Arceus dalam film anime Pokemon: Arceus and the Jewel of Life (2009), semakin menegaskan statusnya sebagai seniman multitalenta.
Sesuai keinginan mendiang, upacara pemakaman Akihiro Miwa telah dilangsungkan secara tertutup, dan pihak keluarga menolak sumbangan uang maupun bunga dari para penggemar. Meski demikian, sebagai bentuk penghormatan, pihak keluarga menyediakan altar publik bagi para penggemar untuk berziarah dan menyampaikan doa terakhir. Terungkap pula bahwa sang aktor dimakamkan bersama surat-surat cinta dari penggemarnya, sebuah testimoni akan kedekatan dan apresiasi publik terhadapnya. Kesehatan Akihiro Miwa diketahui telah menurun dalam tiga bulan terakhir, memaksanya mengurangi beban kerja dan lebih banyak beristirahat di rumah sebelum akhirnya berpulang.
Analisis Pakar
Kepergian Akihiro Miwa bukan hanya kehilangan seorang seniman, melainkan hilangnya sebuah pilar budaya yang tak tergantikan di Jepang. Miwa adalah sosok yang melampaui batas-batas konvensional, menantang norma gender melalui penampilannya yang androgini dan persona panggungnya yang berani di era ketika hal tersebut masih dianggap tabu. Kontribusinya pada Studio Ghibli, khususnya dalam mengisi suara karakter Moro dan Witch of the Waste, adalah bukti nyata dari kemampuannya untuk menyuntikkan jiwa dan kedalaman emosional pada karakter animasi, mengubah mereka menjadi ikon yang tak terlupakan. Suaranya yang unik bukan sekadar mengisi dialog, melainkan memberikan dimensi moral, kekuatan, dan kerentanan yang mendefinisikan karakter tersebut. Warisan Miwa akan terus hidup, tidak hanya melalui karya-karyanya yang abadi, tetapi juga sebagai simbol keberanian artistik dan advokasi identitas diri di dunia seni Jepang.
BERITA TERKAIT

KPK Gali Keterangan Dito Ariotedjo untuk Kuatkan Bukti Kasus Korupsi Kuota Haji
Tim Redaksi
Hamas Bertemu di Kairo: Mencari Solusi Damai untuk Jalur Gaza
Tim RedaksiGempa Venezuela: Curah Hujan Tinggi Persulit Upaya Penyelamatan, Ratusan Nyawa Melayang
Berita Hari Ini Desk